Minggu, 12 Juni 2016

kesuksesan terbesar dalam hidupku

SUKSES TERBESAR DALAM HIDUPKU

            Ada banyak perbedaan penafsiran atas sebuah kata yang disebut dengan “sukses” atau “kesuksesan”. Sebagian pihak mengaitkankannya dengan status sosial ekonomi seseorang. Menurut kelompok ini, mereka yang disebut sebagai orang sukses adalah mereka dengan “dompet tebal”, pakaian necis, berjas dan berdasi, atau memiliki banyak ajudan dan dihormati. Ada pula yang mengartikan sukses sebagai suatu kemampuan bertahan dalam tetatnya persaingan kekinian sehingga seseorang mampu menghadapi setiap tantangan di hadapannya. Tidak ada yang salah dari definisi sukses tersebut karena sejatinya terminologi sukses tergantung pada penafsiran masing-masing individu yang menjalaninya.
            Bagi saya, sukses tidak hanya sebatas  apa yang telah disebutkan di atas. Sukses adalah ketika kita mampu menjalani setiap proses dalam kehidupan dengan penuh kesabaran dan niatan baik sehinga diperoleh hasil yang sesuai dengan hati nurani kita. Tidak hanya berhenti sampai di situ, bagi saya pula sukses adalah ketika tongkat estafet kesuksesan kita dapat dipindah tangankan kepada orang lain sehingga kehadiran kita dapat memberikan kemanfaatan bagi orang lain dari apa yang telah kita dapatkan atau kita miliki. Kesuksesan yang demikian adalah yang selalu diajarkan oleh kedua orang tua saya.
            Dalam perjalanan hidup saya, sejak saya kecil saya sudah terbiasa dilatih oleh kedua orang tua saya untuk berani mengikuti kompetisi. Saya yakin, tujuan beliau adalah untuk menunjukkan kepada saya mengenai makna sukses yang pertama, yaitu bersabar dan berniatan baik. Dengan mengikuti berbagai kompetisi tersebut, dari mulai kompetisi menyanyi, modeling, melukis, hingga kompetisi-kompetisi akademik saya belajar bagaimana saya harus bersabar karena dalam kompetisi tersebut semua peserta pasti memiliki kompetensinya masing-masing. Saya harus berusaha sesuai kemampuan saya, berdoa, bersabar atas proses dan hasilnya, serta menjadikan ajang kompetisi tersebut sebagai ajang kompetisi yang sehat, ya di sini saya harus berniatan baik, bertujuan baik, bukan untuk mengalahkan lawan namun proses pembelajaran.
            Selain terbiasa berkompetisi dalam perlombaan, saya juga tipe orang sangat suka belajar. Berkat ijin Tuhan, bimbingan orang tua dan guru, serta ilmu kesabaran dan niatan baik yang telah diajarkan,. Bahkan ketika saya SD, SMA, pada saat saya SMA, saya mulai merasa bahwa masih ada suatu hal yang terasa kurang atas semua prestasi yang telah saya capai. Benar, ternyata saya belum berbagi dan memberikan kemanfaatkan kepada orang lain dari hasil yang telah saya dapatkan. Barulah ketika saya kelas XI SMA saya dapat merasakan indikator kesuksesan yang ketiga, berbagi pelajaran matematika. Entah apa yang saya rasakan saat itu, namun saya merasa puas karena ilmu yang telah saya peroleh dapat bermanfaat,. Lagi-lagi saya merasa sangat senang bisa bermanfaat bagi orang lain. Ketika saya mengetahui bahwa ada teman saya yang menjadi termotivasi dan mendapatkan capaian yang jauh lebih baik dari saya.
            Wujud kesuksesan terbesar dalam hidup saya lainnya adalah ketika saya, berbagi kemanfaatan kepada orang lain dari ilmu saya sendiri dan merasakan bahwa ini adalah kesuksesan sesungguhnya.

            Dari seluruh pengalaman sukses menurut saya di atas, saya selalu ingin dapat bermanfaat bagi orang lain dari apa yang telah saya dapatkan. Itu lah mengapa saya memandang bahwa sukses sesungguhnya adalah bersabar, berniatan baik, dan yang paling utama adalah berbagi agar orang lain juga mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan sukses yang baik


Tidak ada komentar:

Posting Komentar