SUKSES
TERBESAR DALAM HIDUPKU
Ada banyak perbedaan penafsiran atas sebuah kata yang disebut dengan “sukses”
atau “kesuksesan”. Sebagian pihak mengaitkankannya dengan status sosial ekonomi
seseorang. Menurut kelompok ini, mereka yang disebut sebagai orang sukses
adalah mereka dengan “dompet tebal”, pakaian necis, berjas dan berdasi, atau
memiliki banyak ajudan dan dihormati. Ada pula yang mengartikan sukses sebagai
suatu kemampuan bertahan dalam tetatnya persaingan kekinian sehingga seseorang mampu
menghadapi setiap tantangan di hadapannya. Tidak ada yang salah dari definisi
sukses tersebut karena sejatinya terminologi sukses tergantung pada penafsiran
masing-masing individu yang menjalaninya.
Bagi saya, sukses tidak hanya sebatas apa
yang telah disebutkan di atas. Sukses adalah ketika kita mampu menjalani setiap
proses dalam kehidupan dengan penuh kesabaran dan niatan baik sehinga diperoleh
hasil yang sesuai dengan hati nurani kita. Tidak hanya berhenti sampai di situ,
bagi saya pula sukses adalah ketika tongkat estafet kesuksesan kita dapat
dipindah tangankan kepada orang lain sehingga kehadiran kita dapat memberikan
kemanfaatan bagi orang lain dari apa yang telah kita dapatkan atau kita miliki.
Kesuksesan yang demikian adalah yang selalu diajarkan oleh kedua orang tua
saya.
Dalam perjalanan hidup saya, sejak saya kecil saya sudah terbiasa dilatih oleh
kedua orang tua saya untuk berani mengikuti kompetisi. Saya yakin, tujuan
beliau adalah untuk menunjukkan kepada saya mengenai makna sukses yang pertama,
yaitu bersabar dan berniatan baik. Dengan mengikuti berbagai kompetisi
tersebut, dari mulai kompetisi menyanyi, modeling, melukis, hingga
kompetisi-kompetisi akademik saya belajar bagaimana saya harus bersabar karena
dalam kompetisi tersebut semua peserta pasti memiliki kompetensinya
masing-masing. Saya harus berusaha sesuai kemampuan saya, berdoa, bersabar atas
proses dan hasilnya, serta menjadikan ajang kompetisi tersebut sebagai ajang
kompetisi yang sehat, ya di sini saya harus berniatan baik, bertujuan baik,
bukan untuk mengalahkan lawan namun proses pembelajaran.
Selain terbiasa berkompetisi dalam perlombaan, saya juga tipe orang sangat suka
belajar. Berkat ijin Tuhan, bimbingan orang tua dan guru, serta ilmu kesabaran
dan niatan baik yang telah diajarkan,. Bahkan ketika saya SD, SMA, pada saat
saya SMA, saya mulai merasa bahwa masih ada suatu hal yang terasa kurang atas
semua prestasi yang telah saya capai. Benar, ternyata saya belum berbagi dan
memberikan kemanfaatkan kepada orang lain dari hasil yang telah saya dapatkan.
Barulah ketika saya kelas XI SMA saya dapat merasakan indikator kesuksesan yang
ketiga, berbagi pelajaran matematika. Entah apa yang saya rasakan saat itu,
namun saya merasa puas karena ilmu yang telah saya peroleh dapat bermanfaat,.
Lagi-lagi saya merasa sangat senang bisa bermanfaat bagi orang lain. Ketika saya
mengetahui bahwa ada teman saya yang menjadi termotivasi dan mendapatkan
capaian yang jauh lebih baik dari saya.
Wujud kesuksesan terbesar dalam hidup saya lainnya adalah ketika saya, berbagi
kemanfaatan kepada orang lain dari ilmu saya sendiri dan merasakan bahwa ini
adalah kesuksesan sesungguhnya.
Dari seluruh pengalaman sukses menurut saya di atas, saya selalu ingin dapat
bermanfaat bagi orang lain dari apa yang telah saya dapatkan. Itu lah mengapa
saya memandang bahwa sukses sesungguhnya adalah bersabar, berniatan baik, dan
yang paling utama adalah berbagi agar orang lain juga mendapatkan kesempatan
untuk mendapatkan sukses yang baik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar